Pages

Wednesday, September 03, 2008

Pelatihan Membuat Pupuk Organik dan Tas Daur Ulang Ummi yang sudah mempunyai Brand

Pelatihan Pertama by Ummu Muhammad


Plastic Waste Products 
Alhamdulillaah, Ummi ingin mengucap syukur atas rahmat Allah Yang Maha Agung, karena telah memberikan kesempatan kepada Ummi untuk berbagi ilmu kepada teman-teman semua.

Sejak postingan Pupuk Organik Dari Kebun Karinda beberapa bulan lalu, akhirnya impian Ummi menjadi kenyataan. Yaitu mengikuti jejak Pak Djamaludin dan istri untuk membuat tempat pelatihan di rumah sendiri.

Setelah pelatihan yang Ummi ikuti di Kebun Karinda, Ummi sudah memulai membuat pupuk organik sendiri di rumah dari sampah Rumah Tangga. Lalu mengembangkan sedikit lagi untuk mempunyai tempat Pelatihan Pupuk sendiri, dan sejak sebulan lalu, tempat pelatihan sederhana telah siap Ummi bangun untuk kepentingan sosial masyarakat sekitar.
My Own Organic Compost Product
Open Air Training Class for Organic Compost in my own backyard

Di mulainya pelatihan untuk lingkungan RT sekitar, saat Sabtu di bulan Juli lalu, tempat ini sudah di pakai untuk pelatihan dan Ummi sendiri Insya Allah yang membantu proses pelatihannya. Sayangnya yang datang hanya pak RT-nya saja, warga yang di undang kurang antusias untuk mengikuti pelatihan ini, padahal tidak Ummi pungut biaya apapun. GOALS-nya adalah agar teman-teman, terutama tetangga terdekat perduli akan lingkungan dengan memanfaatkan sampah rumah tangganya menjadi sesuatu yang bermanfaat dan berdaya guna.

But, Ummi tidak putus asa. Terus Ummi lakukan promosi kepada teman-teman yang lain, dan Alhamdulillah, tanggal 2 September 2008 kemarin, tepatnya hari ke-2 puasa, beberapa teman Ummi mendaftarkan dirinya untuk mengikuti pelatihan di rumah Ummi.

Mbak Apit, adalah teman pengajian bulanan yang antusias sekali ingin pula mengurangi sampah rumah tangganya. Dan beliau sendiri yang terus menghubungi Ummi untuk pelatihan, sampai akhirnya kami mempunyai waktu yang pas untuk bisa berkumpul dan belajar membuat pupuk organik dari sampah rumah tangga.

Ummi sengaja membuat tempat pelatihan ini mirip seperti yang ada di Kebun Karinda, bedanya Kebun Karinda lebih luas lahannya, sedangkan Ummi hanya memanfatkan lahan halaman samping rumah untuk membuat gubuk-gubukan dari bambu sebagai tempat pelatihan dan juga tempat Ummi membuat kompos halaman dari sampah daun-daunan yang ada di halaman rumah Ummi.

Duduk di depan paling kanan itu, Mbak Apit


Hari itu cuaca cerah dan pelatihan tepat di mulai jam 10 pagi. Pelatihannya sendiri tidak membutuhkan waktu lama hanya kurang dari 2 jam, semua peserta sudah mempunyai informasi dan juga bekal untuk memulai membuat pupuk sendiri di rumahnya.

Yang hadir ada 7 orang, tetapi mbak Teni datang agak telat, jadinya sedikit ketinggalan melihat pemutaran video ttg Pembuatan Pupuk Organik dengan Proses Takakura. Tetapi di sesi tanya jawab, bahan pelatihan yang tadi tertinggal bisa di tanyakan.

Sesi pemutaran Video


Nah, ini saat para peserta melihat pemutaran Video yang di produksi oleh Kebun Karinda, video ini memudahkan para peserta untuk melihat beberapa proses pembuatan pupuk organik untuk sampah halaman, karena untuk yang satu ini Ummi tidak praktekan, disebabkan butuh waktu yang lama untuk mempraktekannya.


Lalu dilanjutkan dengan presentasi Ummi ttg pembuatan pupuk organik dengan proses keranjang Takakura. Pada sesi ini ada sedikit demo lengkap dengan alat-alatnya. Lalu terakhir proses tanya jawab. Gak lupa juga kami foto-foto dong..he.he..he.

7 peserta yang ikut tgl 2 September 2008
Pak Sumarjan, Mbak Ida Karim, Pak Faujan, Mbak Teni, Mbak Apit karim, Mbak Dwi, Mbak Yana


Selesailah sudah pelatihannya, jika teman-teman tertarik ingin mengikuti pelatihannya silahkan kontak Ummi di email ya : indralili@gmail.com
Sebenarnya, postingan Ummi ttg pengolahan pupuk organik sebelumnya sudah lengkap sekali informasinya. Namun kadang-kadang perlu "real presentation" agar niat yang ada tidak hanya sekedar niat. Kadang dengan datanag dan ikut pelatihan langsung, niat itu muncul dan mau melakukannya. Insya Allah.

Oh iya, pelatihan dari Ummi GRATIS, hanya perlu membayar uang foto kopi sebesar Rp 5.000,- (Lima ribu rupiah) yaitu bahan informasi agar teman-teman yang tidak mencatat isi pelatihan mempunyai paduan tertulis. Ada kurang lebih 10 lembar bahan pelatihan yang di dapat nantinya.




Akhirnya Ummi muncul juga di gambar, soalnya dari tadi yang tukang foto yaa Ummi juga. Ummi display juga tas-tas daur ulang Ummi dan gak sia-sia ada 2 orang yang beli, salah satunya itu yang di foto ada yang langsung pakai tasnya.

Ini dia Display tas-tas daur ulang saat pelatihan.


Mudah-mudahan Ummi tidak cepat putus asa ya, mohon doa teman-teman. Jadi ilmu yang telah Ummi dapat bisa Ummi tularkan kepada semua teman-teman yang sungguh-sungguh berminat ikut menjaga kelestarian lingkungan kita agar bersih dan nyaman untuk masa depan, aamiin.


----------------------------------------------------------------------------------


TAS-TAS DAUR ULANG UMMI SUDAH ADA BRAND-nya LHO......




Setelah kurang lebih 3 bulan Ummi bergelut membuat Tas Daur Ulang dari bahan plastik sampah, Alhamdulillaah juga tas-tas ini sudah mempunyai merek.



Brand-nya adalah "TEETOON" by Ummu Muhammad





TEETOON ini ada artinya lho, yaitu mengambil nama mbak-mbak yang kerja di rumah Ummi. Nama mereka adalah Feti dan Atun. Mbak Feti itu yang mengajarkan Ummi menjahit dan mbak Atun yang membantu Ummi membersihkan sampah-sampah plastik tersebut dengan mencucinya menjadi bahan plastik bekas yang bersih dan wangi. Jadi jasa mereka Ummi dedikasikan untuk Brand tas ini. Mereka berdua senang sekali.



Oh iyah. Produk tas Ummi ini bisa dipesan lewat email : indralili@gmail.com

Sebentar lagi Insya Allah bulan September 2009, akan launching website resminya yaa..mohon doa..(jadi bisa pesan tas lewat website.

Okweeh deh.. segitu dulu yaa temans...

GO GO GO GREEN


Tuesday, June 24, 2008

Lagi-lagi Pengolahan Sampah Rumah Tangga

Alhamdulillaah, akhirnya bisa update lageee nih...

Masih seputar pengolahan sampah rumah tangga, Ummi sama mbak yang ada di rumah mencoba untuk ikut2an mengolah sampah rumah tangga terutama dari bahan plastik yang susyaaaah banget utk terurai.

Nah ini lho contoh sampah2 plastiknya....

Setelah nyontek sana-sini, akhirnya jadi juga tas2 dan map tempat file lucu, yang terbuat dari bahan2 sampah plastik, seperti terlihat pada gambar. (Catatan, ini beneran Ummi dan Mbak Feti yg membuat / home made product ...Alhamdulillaah).

Tas Tangan Model Kecil


Map / Folder untuk File2

Ummi pinjam mesin jahit dari ibu mertua, lalu rubah spool, sepatu, jarum jahitnya agar bisa menjahit bahan dari platik. Benangnya terbuat dari bahan nylon yang bisa menjahit plastik.

Inilah mesin jahit yg berjasa, cuman modal 1 buah mesin jahit ini.

Taraaaaa, dengan berbekal si mbak dirumah yang pernah bekerja di konveksi, jadilah sampah2 tadi menjadi barang berguna, sekali lagi Alhamdulillaah... Ummi jg mulai mencoba menjahit... tadinya mencos2 alias miring2....karena latihan terus dgn diajarkan oleh mbak Feti (nama mbakku di rumah), akhirnya bisa juga.

Contoh tas belanja ukuran besar, motifnya masih ngasal, karena tas inilah kali pertama Ummi dan mbak Feti mencoba membuat tas.

Sabtu tanggal 21 Juni lalu, Ummi buka Stand Recycle di acara Graduation day-nya sekolah Fawwaz, dan Alhamulillaah tas plastik Ummi terjual. (Gambar stand bazar-nya menyusul yaa, belum sempat di pindah ke PC).

Masih ingat ttg Pupuk Organik yang Ummi posting sebelumnyakan?
Pupuk Organik ini juga ikutan di bazarkan. Hasil panen 1 keranjang Takakura pupuk organik kemarin sekitar 12kg (8 bungkus), laku terjual sekitar 9 kg (6 bungkus dengan takaran 1 1/2 kg perplastiknya).... Subhanallaah, ternyata pengolahan sampah rumah tangga berdaya jual juga ya.

Dengan bungkusan yg sangat sederhana, Ummi belum sempat membuat plastik khusus, jadinya di tulis dgn spidol biasa..ha.ha.


Nah, ini saat pembungkusan pupuk kedalam
plastik ukuran 1 1/2 kg, Ummi dibantu oleh kakak ipar ummi yaitu, Cari, saat proses panen dan pembungkusan pupuk. Sekarang sedang mengolah keranjang kedua.



Untuk harga tas bervariasi, tergantung besar tasnya. Kalau mau tanya2 ttg tas or pupuk langsung saja emial Ummi yaa... di indralili@gmail.com.

Teremen-teremen semua, hayooo ikut mengurangi sampah RT di lingkungan kita. Kita bisa berdayakan orang2 disekitar kita untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Walopun jumlahnya tidak terlalu besar, namun sangat bermanfaat dan bernilai Insya Allah.

Pesanan tas ke Ummi sesuai order saja, karena bahan2 sampah plastiknya terbatas, jadi pasti menunggu lama untuk membuat dalam jumlah skala besar. Bayangin saja, mesin jahit cuman satu dan orang yg menjahitnya gantian, Ummi dan mbak Feti. Juga bahan2 plastiknya kita kumpulkan dari rumah sendiri atau minta2 tetangga, kerabat atau teman...wuuuiih capee deee.

Kalau Ummi buka penjualan sampah plastik di rumah untuk para pemulung, bisa berabe nanti ngatur tempatnya... malah jadi tempat barteran deh.... waaaaa. Pokoke Ummi lakukan ini semata2 karena cinta lingkungan, untuk sosial dan juga amal..he.he.. gaya banget deh si Ummi.

Oh iyah, jika teman2 mau membantu mengumpulkan dan menyumbangkan sampah plastiknya untuk Ummi, cepetan kontak Ummi di email, Insya Allah sampah2 plastiknya nanti bisa dijemput ke rumah masing2, praktiskan. Mudah2an partisipasi teman2, dibalas dengan kebaikan oleh Allah SWT, aamiin. Atau kalau terkumpulnya sampai banyak, bisa Ummi ganti dgn per 1 kg Rp. 3.000,-. Siiip kan?

Last, padahal pinginnya cerita ttg hari kelulusannya Fawwaz. Nanti deh postingan berikutnya.... senang banget Fawwaz dah mau masuk SD.... uuuhuuuy anak Ummi dah besar rupanya... C U guys...

Saturday, March 22, 2008

Mau dikemanakan sampah organik Rumah Tangga kita?

Bau busuk tercium ada dimana2. Orang2 pada cuek, pemerintah juga agak cuek, terus siapa lagi yang mau perduli?

Apaan sih Ummi? Iya itu lho, masalah sampah!!!

Masalah sampah sudah menjadi biang keladi utama di Jakarta dalam hal banjir, penyakit, dan juga keseimbangan ekosistim yang terganggu gara2 sampah yang tidak diproses secara semestinya.

Maluuuuu banget. Dengar dari beberapa teman orang bule, katanya orang Indonesia itu sering buang sampah sembarangan. Sampai2 ex boss Ummi (yg kebetulan jg orang bule) dulu di perusahaan minyak, pernah bercerita kalau dia sangat prihatin banget sama anak2 kecil Indonesia. Dia bilang kalau dia tuh sering melihat anak2 kecil buang sampah sembarangan, padahal orang tuanya ada disebelahnya, makan dan bermain bersama anak itu. Tapi teteb aja saat selesai makan, bungkusan plastik bekas makannya dibuang begitu saja ke jalan, seakan2 jalanan itu tempat sampah yg ukurannya besar dan berhak dikotori dan disampahi....woooooo.

Terus dia melanjutkan dengan pertanyaan,"Apakah orang tua di Indonesia ini tidak mengajarkan cara membuang sampah pada tempatnya?", sambil mengeryitkan dahi dan mengangkat bahu dia memandangi wajah Ummi.

Ummi hampir gelagapan mendengar pertanyaanya, tapi dengan sigap (padahal sedih banget hati), Ummi jawab,"Well, Alhamdulillaah kalau saya mengajarkan kepada anak saya untuk membuang sampah pada tempatnya. Jadi tidak semua orang Indonesia yang begitu kok Tim" (Tim adalah nama depan ex boss Ummi tadi).

Namun sampai saat ini saudara2, baru saja terjadi 2 minggu lalu, masih segar diingatan. Ummi melihat ada orang melempar bungkusan plastik kresek hitam (isinya pastilah sampah) dari jendela mobilnya dan membuangnya ke jalan raya.

Terlihat dengan jelas yang membuang bungkusan itu arahnya dari jendela belakang sebuah mobil keren bermerk Mercy, berwarna hitam (uuuh Ummi gak sempat mengingat nomor mobilnya), disaat mobil Ummi tepat berada dibelakang mobilnya tatkala membayar uang masuk tol...Astaghfirullaah. Orang punya(maksudnya punya mobil..he..he), lalu berpendidikan (katanya), buang sampah segede bagong ke jalan raya...wataaaaaauuuuu.

Tahu gak, saat di tol, Ummi kebut mobil Ummi untuk menyusul mobilnya dan menengok sekilas ke mobil Mercy itu, maksudnya ingin lihat wajah si pembuang sampah (yg seharusnya menjadi terpidana hukum lho - minimal kalau ketangkap basah pihak berwajib). Tapi sayang kacanya 80% gelap dan gak kelihatan bo!!

Sayang disayang Ummi bukan orang yang berkewajiban menyetop dan mempenalti dgn denda kepada si pembuang sampah sembarangan tadi, jadinya yaa hanya geleng2 kepala aja di mobil (sambil dengerin Tika Pangabean menyanyikan lirik...leng..geleng6x....leng geleng6x..he..he).

Ini sudah melenceng jauh dari judul. Wong tentang sampah RT, malah jadi melebar gituh ceritanya. Okweh, kita mulai ajah, walopun memang masih berhubungan dgn yg namanya sampah.

Nah, kalau kita perduli mulailah dari diri kita sendiri dulu aja kali yaa. Ummi pingin seperti itu. Mulai dari diri sendiri. Daripada berkoar2, tapi gak ada yg mudeng...jadinya yaa puyeng.

Hari Selasa tanggal 4 Maret 2008 lalu, Ummi mengikuti Pelatihan Pengolahan Sampah Rumah Tangga bersama teman2 di "Kebun Karinda".



Kebun Karinda ini milik sepasang suami istri bernama Bpk. Djamaludin Suryohadikusumo dan Ibu Sri Murniati Djamaludin. Beliau berdua sangat perduli sekali dgn kebersihan lingkungan, terutama utk daerah Jakarta. Kata beliau, sampah rumah tangga dari satu rumah itu, tiap harinya bisa membuang sekitar 2kg sampah. Bayangkan kalau dikalikan 100 rumah atau dikalikan seluruh rumah yg ada di Jakarta? Pantesan pak Gub selalu dibikin pusing sama urusan sampah. Nah dari total 60% sampah Rumah Tangga di Jakarta, dan sisanya adalah industri. Hanya sekitar 20an% yang diambil oleh para pemulung utk daur ulang...lah sisanya yg 80% itu bagaimana?

Gambar kiri, pak Djamal sdg memberikan penyuluhan, nah yg kanan itu pesertanya. Ummi mana ya? Lah yg motokan Ummi, jadi gak ada di gambar..he.he.


Urusan pemilahan sampah saja, orang Indonesia masih belajar pada tahap awal. Alhamdulillaah sih sudah mulai. Seperti memilah mana sampah yg organik dan juga yg non organik. Lha, itu mah anak TK juga bisa (kalimat yg sangat trend sekalikan?). Tetapi apakah kita sudah melakukannya di rumah kita sendiri? Jika sudah, Alhamdulillaah lagi. Jika belum, yuk mulai.

Tapi kalau sudah, terus diapakan lagi tuh sampahnya?
Nah, sampah organik yg dihasilkan oleh Rumah Tangga bisa dijadikan kompos alami lho. Bpk dan ibu Djamaludin ini yg memberikan pelatihannya kepada kita.

Kebun Karinda terletak di daerah Lebak Bulus. Dan ada di dalam areal perumahan yang cukup elit. Saat masuk ke gerbang perumahan tersebut, sudah terlihat keasrian, kebersihan dan juga kepeduliaan warganya terhadap sampah di areal tempat tinggal mereka...wuuiih.

Sudah lihat gambar kebun Karinda di ataskan?. Nanti diakhir cerita, Insya Allah ummi akan berikan alamat dan nomor kontak pemilik Kebun ini. Bpk. Djamaludin belum membuat website ttg pelatihan pengolahan sampah ini, karena itu Ummi harus ekstra kerja keras utk menuliskan kembali hasil pelatihannya, karena gak bisa lihat di website. Mudah2an dalam waktu dekat Kebun Karianda ada blog/website-nya yaa, aamin.

Pembuatan Kompos Skala Rumah Tangga ini diperkenalan dengan menggunakan Metoda Takakura (yup, betul ini pasti orang Jepang), huuueeebat. Ide simple ini malah ditemukan duluan oleh orang jepang, lalu orang kita pada kemana?..he.he... kabuuuur...

Bpk Djamaludin mengikuti Pelatihannya langsung dari Takakura-san sendiri pada tahun 2006 di PUSDAKOTA Surabaya. Dan yg membuat pak Djamaludin tertarik utk mengembangkannya karena sistem komposnya menggunakan sistem aerobik (bukan senam lho), sistim aerobik ini artinya pada saat proses pengomposan memerlukan udara segar. Berbeda sekali dgn sistem pembusukan. Sistim ini Takakura ini memakai sistem fermentasi. Prosesnya sangat higienis, lalu hasil komposnya nanti tidak berbau busuk dan juga tidak akan ada belatungnya (menarik sekali bukan?). Secara ibu2 modern sekarang anti dong kalau bikin kompos terus tangan dan badannya jadi bau. Nanti pas suami pulang ke rumah, gimandang? waaa...

Apa saja sih bahan2 yg diperlukan utk pembuatannya:
  • Pertama kita memerlukan tempat/wadah pengomposan. Karena ini skala RT, jadi yaa cukup efisien lah, tidak perlu wadah yg super gede. Kita bisa pakai keranjang cucian dari plastik yang berlubang2/dilubangi, sehingga udara segar bisa masuk. Bisa juga tempayan tanah liat (dilubangi juga). Namun tempayan kadang sering pecah. Bisa juga drum/tong sampah dari kalengataupun plastik ukuran sedang dan jgn lupa jg utk dilubangi. Lubangi bukan hanya dibagian samping wadah, tetapi bagian alas bawahpun dilubangi, namun cukup jumlahnya 8 buah lubang utk di bagian bawah wadah, dan ukurannya juga jgn terlalu besar.
Di bawah ini beberapa contoh tempat/wadah utk pengomposan. Semua wadah ini bagian bawah serta samping harus dibolongi. Yg berwana hijau itu punya Ummi dan proses pengomposan ini sdg Ummi kerjakan setiap harinya.
  • Kardus bekas Indomie atau Aie Mineral gelas, fugsinya utk menyerap air.
  • Lalu jika sudah punya wadahnya, kita persiapkan jaring plastik yang diisi sabut kelapa atau sekam (berbentuk bantalan)/BANTALAN SABUT KELAPA. Ukurannya sebesar wadah yg kita punya dan siapkan 2 buah. Gunanya nanti adalah utk menutup lapisan bawah wadah dan bagian atas wadah. Sekeliling wadah keranjang tersebut dilapisi kardus bekas. Kardus ini berfungsi untuk mengatur kelembaban, menyerap kelebihan air dan juga agar adonan kompos tidak keluar dari lubang keranjang.
Seperti inilah bantalan sabut dan juga kardus bekas tadi sebagai pelapis di bagian dalam wadah. Fawwaz sebagai model...he..he.. padahal sdg makan siang, lihat saja tuh di mulutnya masih penuh makanan. Fawwaz pingin banget bantuin Umminya.


  • Persiapkan juga biang kompos sebagai bahan aktifator mikroba/bakteri pembuat kompos. Nah, unutk yang ini kita memang musti membeli komposnya dulu, kira2 siapkan sebanyak 3kg. Namun, jangan sampai membeli yang tidak organik. Di Kebun Karianda sendiri tersedia jg. Sayanganya tidak bisa dibeli, tetapi kita bisa barter dgn mengirimkan kumpulan sampah daun RT ke kebun beliau, nanti ditukar dgn seplastik kompos. Bisa juga kalau ikut pelatihannya dengan membayar Rp. 10.000,- per peserta (murah bangetkan?), terus kita boleh membeli seluruh alat untuk keperluan pembuatan kompos, juga nanti mendapatkan Biang komposnya langsung dari pembelian alat tersebut.
Biang Kompos yg bisa di dapat di kebun Karinda, sbg aktifator/bahan utama pembuatan kompos baru.
  • Sendok adukan (spatula besar) diperlukan untuk proses pembuatan dan pengadukan kompos saat penguraian sampah terjadi. Nah, sendok ini juga bisa dibeli satu set di Kebun Karianda.
Spatula ini terbuat dari peralon atau pipa plastik, dan ujungan digepengkan seperti sendok. Ujung spt sendok tsb memudahkan proses pengadukan sampai ke bagian bawah kompos yg ada dalam wadah, jadi udara yg masuk merata sampai bawah. Kata Fawwaz," Peaaaacee you all".
  • Sampah organik Rumah Tangga yang kering. Ini sangat penting. Karena jika kita mencampur lauk pauk seperti daging, udang, tempe/tahu masak bekas kedalam adonan, maka nanti akan terjadi proses pembusukan. Jadi kita pilih lagi sampah organik yang kering. Contohnya, bekas potongan sayur atau buah, bekas potongan rumput/daun yg masih hijau (jgn yg kering) dr halaman, jika bekas sayuran masak bersisa, disarankan agar kuahnya dibuang dulu lalu keringkan sebentar, baru bisa dipakai. Campuran sampahnya harus sampah organik yg lembut2, yaa yg tadi itu. Jika bekas kulit durian, salak ataupun kulit buah yg keras, agak sulit terurai, jadi disarankan jangan. Kenapa harus yg lembut2, karena prosesnya tidak memakai kimia atau bahan2 tambahan tertentu, hanya memakai Biang kompos organik, maka jadilah. IMPORTANT, bahan yg sebaiknya tidak digunakan utk membuat kompos adalah sampah dapur berupa daging, ikan, kulit udang, tulang, susu, keju, lemak atau minyak karena akan membusuk dan menimbulkan bau serta belatung...hiiiiii...
Kebetulan yg Ummi jadikan di contoh gambar adalah sampah kulit pisang, dipotong2 ukuran 2cm agar memudahkan dan mempercepat proses penguraian. Ternyata bisa juga bekas tissue tipis yg biasa kita gunakan di toilet, biasanyakan kita buang ke tong sampah saja. Kali ini tissue tersebut di gunting kecil2 dan dicampurkan ke wadah kompos bersama sampah organik lainnya.




  • Serbuk kayu bekas gergaji yang halus, jika diperlukan. (Bubuk gergaji ini bisa minta gratisan ke bengkel pengerjaan kayu) atau dedak bekatul (bisa dibeli di pasar burung). Utk apakah bahan yg ini? Baca terus dong....
Contoh serbuk kayu. Bisa di dapatkan secarfa gratisan ke tempat2 tukang kayu. Caranya, yaaa tinggal minta aja..hi..hi.

  • Batu bata, kayu atau pot bekas. Gunanya sebagai ganjalan dari wadah. Ditaruh di bagian bawah, agar wadah kompos terangkat dan lubang bagian bawahnya menjadikan sirkulasi udara yg keluar masuk kedalam wadah. Lihat contoh gambar di bawah.
yg ada dirumah yaa bekas poot tanaman itu, jadi dipakai deh sbg ganjalan wadah.
  • Terus apalagi yaa? Oh, iya ini adalah tools yg paling penting. Yaitu, "NIAT". Ape' guna bile' tak ade' niat ta'? Begitu katanya..he.he.. Jadi sudah siap???

Cara pembuatannya:

  • Wadah utk kompos tadi sekeliling dalamnya ditaruh kardus bekas.
  • Lalu, yang paling bawah masukkan bantalan sabut kepala yang pertama dulu
  • Kemudian biang kompos 1/2 takaran tampah dimasukkan ke dalam wadah. Ukurannya satu banding satu dgn sisa sayur yg pada hari itu ingin kita buat kompos. Jadi misalnya sisa sayuran, buah di rumah kita hari itu ada 1 tampah, yaa biang komposnya dimasukkan satu tampah juga, namun memasukkannya 1/2 dulu, setengah yg lain belakangan.
  • Langkah kedua, potong kecil2 (dicacah) seukuran 2 cm, sampah sayuran, buah, rumput atau daun tadi. Dan masukkan ke dalam wadah merata di atas biang kompos pertama. Kenapa dipotong kecil. Hal ini sangat membantu proses penguraian. Karena bakteri baik yang menguraikan sayuran tadi mjd kompos tidak memerlukan waktu yg lama utk memakannya.
  • Langkah ketiga, masukkan kembali sisa biang kompos yang ada, dan ditaburkan merata.
  • Masukan bantalan sabut kelapa yang kedua, setelah itu tutup wadahnya. (jgn lupa tutup wadahnya juga harus bolong). Kebetulan tempat wadah yang kami pakai sudah satu set dgn tutupnya. Tempat Loundry ini bisa dibeli di supermarket2 besar di Jakarta.
Fawwaz sdg memsaukkan bantalan sabut ke-dua, setelah proses di atas tadi selesai dilakukan. "Terima kasih yaa nak, sudah membantu Ummi."
  • Biarkan semalaman, jangan diaduk dulu. Kata Bpk Djamaludin, biarkan bakteri2 pengurainya tidur dulu malam itu..ha.ha. (eeh beneran kok).
  • Besok harinya, jika sampah organik RT kita sudah ada lagi, lakukan lagi proses di atas di wadah yg sama, terus menerus di hari2 berikutnya sama juga.
  • Namun jangan lupa (ini penting), sebelum memasukkan sampah yang baru, timbunan yg lama di wadah diaduk2 dulu sampai rata ke bawah dgn spatula panjang, baru masukkan sampah baru (bukan kompos seperti hari awal), dan baru tutup lagi dgn kompos banyaknya setara dgn sampah yg baru dimasukkan, dan aduk2 lagi sampai rata baru tutup lagi dgn sabut dan biarkan lagi utk besoknya. Jadi hari kedua dan seterusnya, memasukkan komposnya 1 kali saja (bukan 2 kali), dan jgn lupa diaduk dulu, lalu diaduk merata sampai bawah sebelum ditutup bantalan sabut kelapa. Kenapa harus diaduk rata, karena bakteri pengurai tadi memerlukan udara segar.
  • Selama proses penguraian, jika suhu calon bahan kompos di dalam wadah kita perkirakan antara 60-70'C, maka berarti proses penguraian berjalan dgn benar. Jika tidak berarti ada beberapa hal yg perlu diperhatikan, yaitu kemungkinan bahan kompos terlalu basah/berair (biasanya dibarengi bau busuk), jangan dijemur tetapi tambahkan serbuk gergaji/dedak bekatul. Kemudian adonan diaduk merata sampai kebawah. Pengomposan berjalan apabila adonan menjadi panas jika diraba, atau keluar uap air jika diaduk.
  • Penambahan dedak bekatul sebagai suplemen akan membuat mikroba/bakteri lebih sehat dan lebih giat mengolah kompos. Insya Allah adonan akan menjadi panas.
  • Jika wadah sudah penuh, kita bisa menyiapkan wadah lain yg lebih besar utk proses pematangan. Kalau dirumah tidak memungkinkan mempunyai yg lebih besar, berarti kita siapkan beberapa wadah lain yg seukuran dgn wadah sebelumnya. Hal ini karena wadah timbunan bahan lama yg kita buat harus melalui proses pematangan kira2 selama 40 hari, dan dalam seminggu, minimal adonannya harus kita aduk2 antara 2-3 kali aduk.
  • Kompos yg sudah jadi/panen, biasanya jika kita pegang suhunya sudah berubah menjadi seperti suhu tanah (sekitar 30'C). Nah, berarti saatnya panen.
  • Kalau ingin hasil yg halus bubuk komposnya, maka kita bisa ayak kompos tadi dgn ayakan sedang (bisa dibeli di toko material, biasanya utk ayakan semen gituh). Sisa yg kasarnya jangan dibuang, karena bisa kita gunakan lagi utk "Biang Kompos" sebagai aktivator keranjang Takakura.
  • Kompos yg sudah jadi ini bisa langsung kita gunakan utk memupuki areal pepohonan di halaman kita, dan juga bisa kita jual lho. Utk harga jualnya, coba survey dulu kali. Karena harga bersaing. Bahkan kita bisa bagikan kepada tetangga dgn iming2 tukerkan sampah organiknya dgn kompos organik...iiii serukan. Terus jangan dipakai atau dijual semua, karena sebagian kita gunakan lagi utk "Biang Kompos" (ingatkan uraian di atas tadi?).
  • Jangan lupa sebarkan ilmu kita kepada keluarga besar, tetangga dan teman2, agar Jakarta semakin berkurang sampah RT-nya dan kita membantu lingkungan, otomatis membantu juga pemerintahkan?

Kualitas kompos yang baik adalah:
  • Tidak berbau busuk, tetapi berbau tanah
  • Warna kehitaman, berbentuk butiran seperti tanah
  • Suhu sama dgn suhu tanah
  • Jika dimasukkan kedalam air seluruhnya akan tenggelam, warna air di atasnya tetap bening. Jika sebagian besar mengambang, berarti ada bahan yg tidak menjadi kompos (misalnya dari pembakaran sampah). Jika airnya keruh, berarti mengandung air lindi dari pembusukan sampah.
  • Jika digunakan utk pupuk tanaman, maka tanaman mjd lebih subur dan tidan tumbuh tanaman liar (gulma).
  • Mikroba/bakteri pengurai utk bahan kompos itu memerlukan makanan yaitu dari sampah sayuran, buah2an dan juga daun hijau tadi. Lalu ia jg membutuhkan air, air didapat dari dalam sayuran, buah2an dan jg daun2an hijau yang didaur tadi. Jadi utk proses sistem Takakura tidak perlu lagi ditambahkan air. Terakhir ia memerlukan udara, karena itu wadahnya bolong2 dan jg saat proses berjalan, harus sering diaduk2, agar mikroba/bakterinya tadi bisa bernapas dan mendapakan udara baru.
Pelatihannya ada lagi untuk sampah daun2an kering dihalaman kita yg dicampur dgn daun2an/rumput hijau. Tetapi prosesnya dgn memakai bahan tambahan dan wadah yg lebih besar tentunya. Terlalu panjang isi blognya nanti kalau Ummi jabarkan juga. Jadi yaa ikutan saja pelatihannya. Ini tempatnya:

KEBUN KARINDA
Bumi Karang Indah Block C-2 No. 28 Lebak Bulus, Jakarta Selatan
Tel. +62 21 759 09167

Fax.+62 21 759 09168

HP. +62 815 80 14375

Email: djamaludinsuryo@yahoo.com

Website: maaf belum ada
Contact person: Bpk. Djamaludin Suryohadikusumo & Ibu Sri Murnia Djamaludin
(Catatan: bisa juga ikutan milis beliau di Yahoo, jika teman2 banyak pertanyaan)

Note: Alhamdulillaah akhirnya selesai juga, karena ini postingan terpanjang abad ini..he.he.. Pesan utk Pak Djamal, "Pak Djamal, jika ada kesalahan dan kekurangan dalam penjelasan Ummi ini dan pak Djamal sempat mampir ke blog Ummi, silahkan di ralat dan dibetulkan atau ditambahkan yaa pak?." Terima kasih juga atas ilmu yg telah bapak berikan kepada kami.







Tuesday, May 30, 2006

This is MY FIRST BOOK

Komentar Penting dari lubuk hatiku:
Innalillahi Wainnailaihi Rojiun
Turut berduka cita atas kejadian yang menimpa, Yogya, Klaten, Bantul dan daerah sekitarnya. Ayo kita sama-sama bantu sebisa kita, tentunya selain moril, materil, jangan lupa bantu dengan doa juga yaa, Insya Allah.

-------------------

Mohon maaf sebelumnya saya dahulukan komen di atas, nah di bawah barulah berita yang ada hubungannya dengan judul postingan kali ini.




Alhamdulillah, atas izin Allah SWT akhirnya bakalan muncul juga nih buku. Sebentar lagi bisulnya mau pecah. Terima kasih juga untuk doa2 dari teman2 semua.

12 penulis buku ini sudah kebat kebit menantikan hari yang ditunggu-tunggu. Salah satu dari mereka itu yaa Umminya Fawwaz...ciiieeeee.

Mau tahu asal muasal terjadinya buku ini, silahkan click ke cerita lalu.

Seandainya image kurang jelas silahkan click yang ini.

Indra Bruggman - Bintang Sinetron
"Banyak cara jadi remaja yang lebih oke. Salah satunya lewat buku yang ringan namun sarat makna ini"

Elly Risman S.Psi - Psikolog anak dan remaja. Direktur yayasan kita dan buah hati
"Buku ini bisa jadi panduan agar orangtua dapat menghindari terjadinya bongkahan keras di hati remaja. Sehingga iklim psikologis rumah jadi lebih nyaman, serta mengetatkan jalinan kasih antara remaja dan orangtuanya."

Icha Rahmanti - penulis Cintapuccino dan Beauty Case
"Manis, menyentuh, dan inspiratif ... untuk semakin mengerti bahwa dari sesuatu yang berbeda bisa saling melengkapi dengan indahnya. Seindah cinta orangtua dengan anak-anak mereka yang (konon) tanpa syarat."

Primadonna Angela - Penulis Jangan Berkedip!
"Menyentuh hati ... Sungguh, membaca buku ini membuat saya lebih menghargai apa yang saya miliki!"

K. Atmojo - Editor dan publisher Majalah Cerita Kita
"Buku ini memberi banyak contoh bagaimana konflik remaja dan orangtua bisa terjadi. perbedaan bisa menimbulkan riak-riak pertengkaran remaja dan orangtuanya."

Luna TR. - Penulis trlogy Sweet Angel
"Wajib dibaca para remaja untuk menghadapi keinginan orang tua yang kadang-kadang nggak sesuai dengan hati nurani kita. Apalagi ini berdasarkan kisah nyata."

On store 24th June 2006.

Sekali lagi thanks yaa untuk semuanya. Apalagi Mbak Sa dari Blogfam dan Mas Benny dari Penerbit Cinta...wuuuihhh hebad deh perjuangan mereka sampai terjadinya buku ini.

NB. Terima kasih untuk support dari teman-teman sadayana. But the most important is BELI YAAA....

Eh...ternyata masih ada tambahannya toh

'Launching' resmi buku ini Insya Allah akan dilaksanakan pada,
Tanggal : 1 July 2006
Pukul : 15.00 WIB - selesai
Tempat : MP Book Points.
Jl. Puri Mutiara Raya No. 72, Cipete - Jakarta Selatan
Tel. +62 21 75910212

Bakalan seru loh acaranya, ada door prizenya segala.  Semua penulisnya akan hadir di sana.  Info ini termasuk undangan untuk semua teman-teman yang sempat membaca postingan kali ini. Jika memang berkenan hadir, datang saja langsung ke sana.
Note: Jika ada perubahan tanggal 'Launching', maka akan segera di infokan lagi deh

Jadi, ditunggu kehadiran teman-teman semua yaaa